Unggulan

Tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Andini Gratia Dimu

XII IPA 1 SMAN 1 Kupang 2020/2021


Puji syukur saya haturkan ke hadapan hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas penyertaan dan bimbingannya saya boleh berkesempatan untuk menulis blog ini. 

Blog ini dibuat dalam rangka mengerjakan tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi. Saya akan menguraikan kembali penjelasan materi yang Ibu Eva bawakan di siaran Radio Pro 2 FM pada tanggal 10 Agustus lalu. 

Catatan kecil untuk Ibu Eva, saya adalah Andi dari Oetete yang bertanya tentang copyright pada design grafis waktu itu. Saya harap, Ibu masih ingat, hehe. 

Karena merupakan blog pertama, saya mohon maaf apabila ada kesalahan yang tidak mengenakkan dalam penulisan ini. 

Design Grafis 



Design grafis bukanlah sesuatu yang asing untuk dibicarakan. Design grafis dapat kita temui pada banyak hal dalam kehidupan kita. Contohnya adalah pada sampul majalah, sampul buku, sampul komik, bahkan novel. 

Selain itu, bagian dari komunikasi visual ini dapat kita temukan pada berbagai undangan baik di dunia nyata atau maya. Khususnya di masa pandemi ini, sering sekali kita melihat iklan-iklan daring yang diunggah dalam berbagai media sosial, bahkan materi pembelajaran yang melibatkan design grafis sebagai pengkomunikasiannya. 

Contoh di atas merupakan design yang saya buat menggunakan aplikasi Canva dalam rangka mempromosikan novel saya di sebuah platform daring. Mungkin Ibu Eva dapat memberi saran dan masukan terhadap design saya ini. Oke, tanpa lebih banyak basa-basi, mari kita mulai materinya. 

Terdapat tiga poin utama dalam pembahasan kali ini, yaitu: 

1. Pengertian Design Grafis 

Design grafis adalah bentuk seni menggambar untuk memecahkan masalah komunikasi melalui kombinasi berbagai elemen, seperti garis, simbol, warna, teks, ruang, dan ukuran. 

Sarana ini diharapkan dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif kepada penerima pesan atau pengamat. 

Orang yang bertugas menyampaikan pesan atau membuat design disebut sebagai seorang designer atau problem solver. 

2. Prinsip-prinsip Design Grafis 

Design grafis memiliki setidaknya enam prinsip yang sangat fundamental dalam pemenuhannya, yaitu: 
  • Komunikatif. Design grafis haruslah komunikatif peris seperti tujuan dari design grafis itu sendiri, yaitu untuk memecahkan masalah komunikasi. 
  • Kesederhanaan. Sederhana yang dimaksud adalah tidak berbelit-belit. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat menangkap informasi dari design grafis itu dengan tepat. 
  • Keseimbangan. Design grafis memiliki beberapa elemen seperti garis, simbol, warna, teks, dan lain-lain. Elemen-elemen ini haruslah sesuai dengan porsinya masing-masing. 
  • Kesatuan. Isi pokok dalam suatu design grafis haruslah merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak boleh digabung-gabungkan. Misalnya design undangan pernikahan memiliki gambar acara ulang tahun anak-anak. 
  • Penekanan. Hal ini ditujukan agar penerima pesan dapat tertarik untuk meneruskan informasi pada design pada orang lain. 
  • Proporsi. Mirip seperti keseimbangan, proporsi juga mengenai elemen-elemen dalam design grafis. Mereka harus seimbang agar dapat menghasilkan suatu design yang enak dipandang. 
Meskipun design grafis memiliki prinsip-prinsip yang sangat diutamakan dalam pembuatannya, tidak berarti bahwa design grafis bersifat terbatas. Setiap orang memiliki kreativitas dan keunikan masing-masing yang pastinya dapat menghasilkan karya design grafis yang berbeda-beda. 

3. Dua Bentuk Design Grafis 

Ada dua bentuk design grafis, yaitu yang berbasis vektor dan bitmap. Secara sederhana, design grafis yang berbasis vektor adalah gambar yang tersusun atas pola garis dan kurva. Sedangkan, design grafis yang berbasis bitmap adalah gambar yang tersusun atas pola titik-titik warna, disebut dot, piksel, atau raster. 

Berikut karakteristik dua bentuk design tersebut: 
  • Pembesaran. Jika itu vektor, maka hasil pembesaran akan tetap solid alias tidak pecah. Sebaliknya, jika itu bitmap, hasil pembesaran akan pecah. 
  • Resolusi. Jika itu vektor, maka dia tidak akan tergantung pada resolusi karena dia terususn dari pola garis dan kurva. Sebaliknya, jika itu bitmap, maka dia akan tergantung pada resolusi karena tersusun atas pola titik-titik. 
  • Ukuran file. Jika itu vektor, ukuran gambar akan relatif kecil. Sebaliknya, jika itu bitmap, ukuran gambar akan relatif besar. Untuk mengecilkannya kita bisa gunakan kompres file. 
  • Penggunaan. Design grafis vektor sering digunakan dalam kategori pengiklanan. Sedangkan design grafis bitmap sering digunakan dalam kategro fotografi. 
  • Perangkat lunak. Untuk vektor, contohnya ada Corel Draw. Sedangkan untuk bitmap, contohnya ada Corel Photo Paint


Sekian materi yang dapat saya tangkap dari pemaparan yang disampaikan Ibu Eva. Kiranya blog ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi setiap orang yang membacanya. 

Salam hangat


Andini Gratia Dimu (Andi)



Komentar

Posting Komentar